Kapolri Jenderal Listyo Sigit diganti, Presiden Prabowo lantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri yang baru

Sumber gambar, ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Fathur Rochman
Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri yang baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/10), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sekitar pukul 14.45 WIB, Suyudi Ario Seto dilantik dan diambil sumpahnya.
Pelantikan Komjen Polisi Suyudi Ario Seto ini digelar setelah pada Kamis (01/10), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui Suyudi menjadi Kapolri yang baru.
Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang resmi diberhentikan oleh Presiden Prabowo.
Rapat paripurna DPR digelar setelah Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi Ario Seto yang berlangsung sekitar 30 menit.
Uji kelayakan itu menyetujui nama Suyudi sebagai calon tunggal.
Dalam rapat paripurna, Ketua DPR Puan Maharani bertanya:
"Selanjutnya kami meminta persetujuan pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto, sebagai Kapolri apakah dapat disetujui?"
Jawaban setuju kemudian terdengar dari peserta rapat.
Puan kemudian mengetuk palu sebagai tanda pengesahan Komjen Suyudi sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Sumber gambar, ANTARA/Fath Putra
Uji kelayakan dan kepatutan berlangsung sekitar 30 menit
Hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), yang berlangsung sekitar 30 menit, pada Kamis (01/1) di gedung DPR, memutuskan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri yang baru.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengatakan keputusan itu sudah mendapat persetujuan dari para fraksi partai politik, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), dan pimpinan DPR RI.
"Kita langsung saja, apakah secara aklamasi dapat disetujui?" tanya Habiburokhman yang dijawab setuju oleh seluruh anggota DPR RI yang hadir, seperti dilaporkan kantor berita Antara.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Dengan persetujuan itu, dia mengatakan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI telah selesai.
Menurut dia, hasil keputusan Komisi III DPR RI itu akan langsung dibawa ke tingkat Rapat Paripurna DPR RI.
Sebelumnya, DPR menerima Surat Presiden (Surpres) perihal permohonan uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri.
Dengan surat itu, Komisi III langsung menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kapolri usulan Presiden.
Prabowo kirim surat ke DPR untuk memberhentikan Listyo Sigit
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Presiden Prabowo Subianto mengirim surat presiden (surpres) kepada DPR, Kamis (01/10), untuk memberhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Prabowo kemudian mengusulkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Suyudi Ario Seto, menjadi calon Kapolri.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kemudian langsung melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Ario Seto pada Kamis (01/10) di gedung DPR.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman saat rapat di gedung DPR, Jakarta berkata bahwa DPR telah menerima surat dari Presiden Prabowo Subianto.
"Pagi ini Pimpinan DPR mendapatkan surat dari Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026. Perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri," kata Habiburokhman.
Baca juga:
Habiburokhman menambahkan, calon Kapolri yang akan diuji kelayakan adalah Komjen Suyudi yang saat ini menjabat Kepala BNN.
"Maka sesuai dengan barusan digelar Badan Musyawarah DPR, hari ini 1 Oktober pagi, menugaskan Komisi III DPR melaksanakan uji kelayakan terhadap Komjen Suyudi, calon Kapolri," katanya. "Apakah disepakati?
"Setuju," jawab peserta rapat.
Di hadapan Suyudi Ario Seto, Habiburokhman berujar: "Yang terhormat calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto."
Habiburokhman mengutarakan hal itu saat membuka uji kelayakan calon Kapolri yang baru di gedung DPR.
Apa yang diutarakan Suyudi saat uji kelayakan?
Dalam paparannya, Suyudi mengungkap tema yang akan diusungnya ketika mengemban amanah sebagai Kapolri.
"Tema yang saya usung adalah 'polisi bersama masyarakat' sebagai doktrin kepemimpinan dan transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian," ujarnya dalam uji kelayakan calon Kapolri.
Suyudi juga menegaskan Polri tidak mengambil alih fungsi kementerian atau lembaga lain.
Ia menekankan peran Polri adalah menjaga ruang aman bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, mencegah gangguan, dan menindak tindak pidana sesuai kewenangan.
Mantan Kepala BNN itu menegaskan keamanan harus dipahami bukan sekadar tidak adanya kejahatan, tetapi kondisi yang memungkinkan rakyat bekerja, belajar, beribadah, berusaha, berinovasi, dan menjalani hidup dengan rasa aman.
Ia menyebut berbagai tindak kejahatan memerlukan pola penanganan yang berbeda, tetapi tetap berada dalam satu koridor hukum.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
"Unjuk rasa harus dilayani dan diamankan sebagai bagian dari demokrasi. Peserta damai dilindungi. Pelaku kekerasan ditindak berdasarkan perilaku dan bukti. Penggunaan kekuatan harus sah, diperlukan, proporsional, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya, seperti dilaporkan Kompas.com.
Suyudi melanjutkan, kerja sama internasional harus bergerak dari seremonial menuju hasil, pertukaran informasi, digital forensik, pelacakan aset, pencarian buronan, kerja sama interpol, dan investigasi bersama sesuai hukum.
Ia juga menyatakan sikapnya terhadap hasil survei terhadap Polri. Menurutnya, semua survei harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pengalaman masyarakat ketika berhadapan langsung dengan kepolisian.
Eks Kapolda Banten itu menambahkan, pola pengaduan menunjukkan bahwa penyelidikan atau penyidikan, pelayanan, kepastian perkara, integritas, dan penggunaan kewenangan tetap menjadi titik yang harus terus dibenahi di tubuh Polri.
"Logika yang harus diubah bukan lapor menunggu viral baru diperhatikan, tetapi lapor diverifikasi, ditangani, diberi kabar, perkembangan, diselesaikan sesuai dengan hukum," ujarnya.
Suyudi kemudian menegaskan "polisi bersama masyarakat" bukan sekadar jargon yang mengganti jargon sebelumnya, tetapi doktrin kepemimpinan yang menyatukan seluruh kebijakan kepada satu orientasi, yakni masyarakat.
Listyo Sigit sempat dampingi Presiden Prabowo di Lubang Buaya
Sebelum diberhentikan, Kapolri Listyo Sigit sempat mendampingi Presiden Prabowo saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (01/10) pagi.
Kapolri merupakan salah satu tamu undangan dan peserta upacara dalam peringatan tersebut.
Dalam beberapa momen, seperti dilaporkan Kompas.com, Sigit terlihat berdiri di belakang Prabowo saat kepala negara berdoa di depan sumur Lubang Buaya.
Sigit juga tampak berbincang dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sambil tersenyum.

Sumber gambar, YouTube Sekretariat Presiden/Kompas.com
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri sejak tanggal 27 Januari 2021.
Dia dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis. Masa jabatan Kapolri sejatinya selesai sampai 2029.
Listyo Sigit jadi Kepala Staf Kepresidenan
Beberapa jam setelah diberhentikan sebagai Kapolri, Jenderal Listyo Sigit dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Listyo Sigit menggantikan Dudung Abdurachman, yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Sumber gambar, KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Sebelum dilantik, di hadapan wartawan, Sigit mengaku dirinya akan dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) untuk menggantikan Dudung Abdurachman.
"Ya katanya, ini saya akan dilantik menjadi KSP. Tapi nanti jelasnya pada saat selesai dilantik," kata Sigit.
Sigit berharap, info tersebut tidak salah.
"Iya Insya Allah mudah-mudahan enggak keliru," imbuhnya.
Siapa Komjen Suyudi Ario Seto dan bagaimana perjalanan kariernya?
Komjen Suyudi Ario Seto lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973.
Suyudi adalag lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994.
Dia juga menempuh studi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.
Karier Suyudi Ario Seto di Polri berlangsung di berbagai bidang, terutama pada fungsi reserse dan kriminal, seperti dilaporkan Kompas.com.
Sejumlah posisi strategis pernah diembannya, baik di tingkat kepolisian daerah maupun markas besar Polri.
Namanya pernah menjabat sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, serta Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Kariernya berlanjut dengan sejumlah penugasan lainnya, termasuk memimpin unit Jatanras Polda Metro Jaya.

Sumber gambar, Dokumen BNN/Kompas.com
Suyudi juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob Bareskrim Polri.
Selain bertugas di bidang reserse, Suyudi juga pernah dipercaya sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang.
Ia kemudian memimpin sejumlah kepolisian resor, di antaranya Polres Majalengka, Polres Bogor, dan Polres Metro Jakarta Pusat.
Jabatan strategis di tingkat kepolisian daerah kemudian dipercayakan kepadanya.
Pada 2023, Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya.
Setahun berikutnya, ia dipercaya menjadi Kapolda Banten.
Puncak penugasan Suyudi Ario Seto di lingkungan Polri berlanjut ketika ia dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
Artikel ini akan diperbarui secara berkala.

































