Tagar #ShamedbyYouAgainSby rajai Twitter

Sumber gambar, twitter
Setelah tagar #ShameOnYouSBY 'menghilang' dari Twitter, pengguna situs mikroblog yang mengecam lolosnya RUU Pilkada di sidang paripurna DPR kini menggunakan tagar #ShamedByYou dan #ShamedByYouAgainSBY.
Hilangnya tagar #ShameOnYouSBY dari trending topic Twitter menjadi pertanyaan para netizen yang menduga hal itu disebabkan adanya campur tangan pemerintah.
Melalui akun Twitter, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring membantah dugaan itu.
"Hampir tidak ada pemerintahan yg bisa mengontrol Twitter, termasuk USA. Apalagi hanya urusan TT (trending topic) yg (yang) digemari anak-anak yg (yang) belum akil baligh [puber] ini," tulis Tifatul.
Twitter ditutup?
Namun Tifatul kemudian menggelindingkan ide mengenai penutupan Twitter. Ia mengatakan bahwa beberapa negara seperti Turki, Arab Saudi dan Mesir pernah menutup Twitter.
"Indonesia belum pernah menutup Twitter. Ada usulan?" tulisnya.

Sumber gambar, Twitter
Sontak kicauan ini ramai direspon oleh pengguna Twitter, yang kemudian dibantah sendiri oleh Tifatul.
"Jadi sekali saya tegasken, tidak benar itu, isu-isu yg mengataken Twitter akan ditutup di Indonesia. Entah oleh menteri berikutnya...:))" tutupnya.





























